Pages

Senin, 27 Desember 2010

Agama dan Masyarakat

> Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibuktikan oleh pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figure nabi dalam mengubah kehidupan sosial . Argumentasi rasional tenteng arti dan hakikat kehidupan, tentang tuhan dan kesabaran akan menimbulkan religi, dan sila ketuhanan yang maha esa sampai pengalaman agama para tasauf.

> Buktidi atas sampai pada pendapat bahwa agama merupakan tempat mencari makna hidup yang final dan ultimate.kemudian, pada urutan agama yang diyakini merupakan sumber motivasi tidakan individual dalam hubungan soaial. dan kembali kepada konsep hubungan agama dengan masyarakat ,di mana pengalaman keagamaan akan terefleksikan pada tindakan sosial , dan individual dengan masyarakat seharusnya tidak bersifat antagonis.

> Peraturan agama dalam masyarakat penuh dengan hidup, menekakan pada hal-hal yang nonaktif atau menunjuk kepada hal-hal yang sebaiknya dan seharusnya dilakukan, karena latar belakang sosial yang berbeda dari masyarakat agama , maka masyarakat akan memiliki sikap dan nilai yang berbeda pula . kebutuhan dan pandangan kelompok terhadap prinsip keagaman berbeda-beda kadang kala kepentingannya dapat tercemin atau tidak sama sekali .

> Dalam proses sosial , hubungan nilai dan tujuan masyarakat relative harus stabil dalam setiap momen bila terjadi perubahan dan pergantian bentuk sosial serta cultural , hancur bentuk sosial dan cultural lama masyarakat dipengaruhi oleh berbagai perbuatan sosial, setiap kelompok berbeda dalam kepekaan tentang makan ,dan masing-masing kelompok akan menafsirkan sesuai dengan kondisi yang dihadapi demikian pula berbeda tingkatan merasa”titik kritis” dalam ketidak pantasan dan kelangkaan untuk kelompok.

> Fungsi agama
Untuk mendiskusikan fungsi Agama dalam masyarakat ada tiga aspek penting yang dipelajari, yaitu kebudayaan, sistem sosial dan kepribadian. ketiga aspek tersebut merupakan kompleks fenomena sosial terpadu yang mengarahkan dapat diamati dalam perilaku manusia, sehingga timbul pertanyaan, sejauh mana fungsi lembaga agana dalam memelihara sistem. Apakah lembaga agama dalam mempertahankan kesetimbangan pribadian melalukan fungsi. Pertanyaan itu di timbulkan sebab, sejak dulu sampai saat ini, agama itu masih ada dan mempuyai fungsi, bahkan memerankan sejumlah fungsi.

Teori fungsional dalam melihat kebudayan pengertiannya adalah bahwa kebudayaan itu berwujud suatu kompleks dari ide-ide , gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sistem sosial yang terjadi dari aktifitas manusia yang berinteraksi , berhubungan , serta bergaul satu dengan lain , setiap saat mengikuti pola2 tertentu berdasarkan adatt tata kelakuan ,bersifat kongkert terjadi sekeliling.

Fungsi agama dalam pengukuran nilai-nilai bersumber pada kerangka icuan yang bersifat sakral , maka norma pun dikukukan dengan saksi-saksi sakral, dalam setiap masyarakat saksi sakral mempunyai kekuatan memaksa istimewa , karena ganjaran dan hukumnya bersifat duniawi dan suprmanusiawi dan ukhrowi

> Masyarakat industry secular
Pada umunya kecenderungan sekularisais mempersempit ruang gerak kepercayaan dan pergalaman keagamaan yang terbatas pada aspek yang lebih kecil dan bersifat khusus dalam kehidupan masyarakat dan anggotanya

> Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai sakral
Fungsi agama dibidang sosial adalah fungsi penentu , di mana agama menciptakan suatu ikatan bersama , agama masuk dalam sakral dan berkembang dalam sistem nilai masyarakat yang mutlak

> Masyarakat–masyarakat praindustri yang sedang berkembang
Keadaan masyarakat tidak terisolir ada perkembangan teknologi yang lebih tinggi dari pada tipe pertama . agama memberikan arti dan ikatan kepada system nilai dalam tiap masyarakat ini , tetapi pada saat yang sama lingkungan yang sakral dan yang secular itu sedikit banyak dapat dibedakan .

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger